Istighosah Dan Pemantapan ARMUZNA

 


Kamis malam tanggal 13 Juni 2024  merupakan waktu yang tepat digunakan untuk berkumpul bermunajat kepada Allah SWT. Malam Jumat ini memang bertepatan dengan jelang  keberangkatan seluruh calon jamaah haji termasuk KBIHU Algratis bergerak menuju  Armuzna. Moment ini memang mendebarkan, menegangkan dan terkadang menjadi bahan perenungan yang cukup menguras pikiran dan mengurai air mata. Mau tidak mau, suka tidak suka semua wajib mengikuti dan menjalani  instruksi ini. Saat inilah waktu yang tepat mengakui akan kecilnya seorang hamba. tidak memiliki kekuatan kecuali pertolongan dari Allah SWT. Doa yang mengharu biru dari balik telpon ayah, ibu,anak ,sanak saudara mengiringi  pergerakan  seluruh jamaah  dari hotel ke Armuzna.

Jamaah Algratis tentu juga semakin intens bermunajat. Istighosah yang dipimpin oleh ketua rombongan bapak Dr.KH. Mohammad Djazuli digelar. Tawassul yang begitu panjang  kepada para nabi,malaikat, para wali dan masysyih yang tidak diragukan taqarrubnya kepada Allah,  mengawali bacaan istighosah. Mengharap akan berkah dan  aliran pertolongannya. Sesaat kemudian serentak suara bergemuruh ,melantunkan doa2  yang dilafalkan secara  lirih. Semua tertunduk larut dalam kehusyuan. Tidak terasa bulir2 air mata  jamaah membasahi pipi. Apalagi saat sentuhan kalimat  pertobatan  diucapkan oleh pimpinan. Perasaan bersalah dan banyak dosa semakin terasa. Tentu disertai pengharapan agar perjalanan ARMUZNA  bisa dilalui dengan lancar, mudah,sehat dan selamat. 

Selesai istighosah,  dilanjutkan dengan pemantapan Armuzna. terutama  ketika perjalan dari Mina ke jamarot untuk melempar jumroh. Penjelasan sedetail2nya dipaparkan. Mulai  jarak tempuh dari Mina ke jamarot  yang diperkirakan  menempuh jarak 6-8 km PP,  sampai tata cara jalan yang landai, pelan namun pasti. Beliau juga  memperagakan bagaimana agar  jamaah  harus  mengikuti bendera Algratis yang dikibarkan dan  mengingatkan pemegang bendera agar tidak egois.Artinya walaupun fisiknya kuat, namun tetap wajib memperhatikan keadaan jamaah yang berbeda2. Langkahnya diatur sedemikian rupa sehingga jamaah bisa mengikuti pimpinan dan tidak kehilangan arah. 

Melempar jumroh yang pertama yakni jumroh aqobah dengan 7 kali lemparan secara bergantian. Setiap kali melempar mengucapkan bismillahi allihu Akbar. Disinilah para jamaah diperlukan adanya kejelian dan kesigapan ditengah2 berjubelnya manusia. Sehingga diharapkan tidak terpisah dengan rombongan dan bisa kembali ke tenda di Mina dalam keadaan selamat. 

Hari2 berikutnya tgl 11,12،13 Dzulhijjah jumrotul ula, wustho,aqobah dilakukan dg cara yg sama. Dan semoga semuanya bisa dilakukan dengan penuh kelancaran ,mudah, serta selamat sebagaimana harapan kita semua. Aamin..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purna Tugas Bapak KH.Rohim,M.Pd

pertemuan KBIHU Al gratis ke 3