Semangat Kemerdekaan di MTsN Bangkalan
Rabu, 17 Agustus 2020 merupakan hari kemerdekaan RI yang ke 77. Berarti , sudah 77 tahun Bangsa Indonesia lepas dari jeratan belenggu yang membelit selama ratusan tahun. Perjuangan yang tdk sebentar.Perjuangan yang membutuhkan kucuran keringat, darah, jiwa dan raga. Ratusan jiwa melayang sebagai syahid. Karenanya ketika kemerdekaan itu di raih, rasa syukur mendalam terbersit dari lubuk hati insan yang beriman. Rona kebahagian terpancar dari seluruh Bangsa Indonesia. Semua bereiforia gegap gembita menyambut dan mengisi moment bersejarah ini.Apalagi tahun ini Bangsa Indonesia sedikit bernafas lega dari hantaman virus yang mematikan yakni covid 19. Setelah dua tahun mengintai seluruh belahan dunia. Terlihat di beberapa daerah berbagai lomba di adakan . Mulai dari anak2, remaja, bahkan bapak2. ibu2 tidak ketinggalan pula turut serta. para penjual bendera dan aksesoris lainnya seperti lampu hias, umbul2 sangat di untungkan dg moment tahunan ini.
MTsN Bangkalan atas instruksi kemenag mengadakan upacara bendera. sebuah moment yang tidak pernah ada di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya upacara bendera 17 agustus hanya di lakukan oleh instansi pemerintah dan di ikuti oleh perwakilan sekolah. Namun demikian semua siswa sangat antusias untuk mengikuti upacara ini.Hari libur tidak menyurutkan langkah dan semangat mereka datang ke sekolah sejak pagi.Begitupun seluruh pegawai dan civitas akademika MTsN bkl. Mahasiswa PPL dari STAIDHI dan UNIJOYO juga turut serta .
Tepat jam 07.00 WIB upacara bendera di mulai.Peserta didik mulai berhamburan ke lapangan membentuk barisan menghadap ke selatan. Bapak dan ibu guru tertata membentuk dua barisan ke belakang.Sedangkan team paduan suara yang di komandani bapak Nuril guru senior yang sebentar lagi akan purna tugas, berada di barisan paling timur . Sambil menunggu semua barisan rapi, terdengar lagu - lagu kemerdekaan sudah mulai di dengungkan. liukan tangan dan gerakan tubuh drigen profesional ini , membangkitkan semangat team paduan suara.
Semua petugas upacara mulai dari pembawa acara,komandan, penggerek bendera, pembaca UUD 45 dan doa di serahkan kepada pegawai beserta TU. Mereka sudah mempersiapkan diri satu hari sebelumnya .
Suara pembawa acara pertanda di mulainya upacara, menghipnotis semua peserta menjadi tertib dan hening. Apalagi ketika komandan upacara yang di pimpin bapak H.Agussalim hadir ke tengah2 lapangan dengan suara yang menggelegar.semua mengikuti pada aba-aba dari bapak komandan yang bertubuh bongsor ini.
Berikutnya langkah tegap pengibar bendera oleh bapak agus, ibu dila dan bapak Asmiadi, bak barisan paskibraka melintas mengibarkan sang saka merah putih ke angkasa.Iringan lagu Indonesia raya menambah harunya suasana pagi itu. Pembacaan UUD 45 dengan ciri khas suara tegasnya ibu heri, membangkitkan gelora perjuangan.Betapa kemerdekaan ini merupakan rahmat dari Allah SWT.
Pekik "Merdeka" mengawali sambutan bapak Rustam selaku kepala MTsN Bangkalan. Kalimat singkat penuh makna itu di ikuti oleh seluruh peserta upacara dengan mengepalkan tangan penuh semangat sebanyak tiga kali. seakan -akan menyiratkan bahwa kita semua harus mencontoh semangat dan sepak terjang para pejuang dalam meraih kemerdekaan ini. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa zaman sekarang ini penjajahan bukan berupa fisik.Namun mereka menjajah melalui informasi dan kebudayaan.Artinya apapun berita yang beredar di belahan dunia manapun, dalam hitungan detik akan tersebar melaui media sosial yang berada di kamar masing- masing.Selanjutnya melaui informasi itu pula, semua kebudayaan asing yang boleh jadi tidak sesuai dengan martabat Bangsa Indonesia, tanpa ada sensor akan masuk dan di nikmati oleh pengguna media sosial. Dan ini sebenarnya yang lebih berbahaya .
Masih menurut beliau, bahwa bangsa Indonesia sekarang berada pada masa "bonus demografi". Maksudnya adalah suatu keadaan di mana penduduk yang masuk dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak di bandingkan dg usia tidak produktif. Artinya jumlah anak- anak dan usia lanjut lebih sedikit.sehingga konsekwensinya adalah anak2 muda termasuk siswa2 inilah yang memegang peranan penting dalam mengisi kemerdekaan ini. karenanya isilah kemerdekaan ini sesuai dengan tugas masing - masing . Baik sebagai kepala sekolah, sebagai TU, sebagai guru maupun sebagai murid. Yakni dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebaik mungkin. Terahir beliau mengingatkan bahwa musuh utama kita adalah kebodohan dan kemiskinan.Hendaklah di jauhi.karenanya rajin belajar merupakan salah satu upaya memberantas ke dua hal tersebut.
Beberapa menit berlalu. Peserta upacara masih terlihat rapi tertib dan disiplin. Semua larut dalam khidmatnya pelaksanan upacara ini.Apalagi di dukung oleh semua petugas upacara yang membawakannya nyaris tanpa cacat. sebelum usai, lagu2 perjuangan seperti hari merdeka, syukur dan lainnya di perdengarkan kembali.Selanjutnya upacara di tutup dengan doa yang di pimpin oleh bapak H.Sanhaji.semua tertunduk, husyuk menyimak kata demi kata , untaian doa yang di panjatkan dalam campuran teks arab dan bahasa indonesia itu.
Upacara selesai .Bapak komandan membubarkan barisan. Tidak lupa selfie dan acara foto2 menjadi agenda wajib dalan setiap kegiatan berlangsung.



Apa betul masih merdeka?. Tiap tahun ada upacara. Tapi kondisi kesejahteraan masih belum merata. Penjajah belanda mungkin sudah tiada. Tapi pemimpin² penjajah sangat merajalela. Korupsi dimana-mana. Rakyat jelata sudah tak terhitung jumlahnya.
BalasHapus