MTSN Bangkalan Laksanakan Istighosah Kubro


Istighosah  bukan hal  asing bagi keluarga besar MTsN Bangkalan. Bacaan  ini  merupakan warisan dari para  ulama dan menjadi menu  wajib di antara kegiatan- kegiatan lainnya. Di dalamnya  berisi pujian2 , ungkapan kebesaran Allah, pengakuan seorang hamba yg rendah dan lemah di hadapanNya,permohonan ampunan atas segala salah dan khilaf,  harapan  terkabulnya segala urusan dunia akhirat, dan masih banyak   lagi makna yang terkandung dalam lafadl  istighosah tersebut.

Dulu, sebelum covid 19, nyaris setiap  pekan hususnya di hari jumat, kegiatan ini tidak pernah absen di laksanakan dengan jadwal  kelas yang sudah tersusun. Setiap jumat pagi, mereka  yang terjadwal berbondong bondong ke musolla  dan melantunkan dzikir ini dengan serentak.Lewat microfon musolla, Pemandu bacaan dengan lantang memimpin bacaan ini, sehingga semua mengikuti dengan tertib. Sementara, kelas yang  bukan menjadi bagian  dalam kegiatan ini, melakukan amaliyah.Yakni setoran hafalan surat -surat  juz 30 dan doa harian penting lainnya.

Pagi itu, jumat legi tanggal 2-9-2022  merupakan awal  kegiatan istighosah kubro  tahun pelajaran 2022-2023.Lautan manusia yang terdiri dari guru, TU, siswa  berkumpul di halaman MATSANEBA. Tidak ketinggalan pula, bapak Rustam selaku  Kamad MTsN Bkl  bergabung di halaman tersebut. Halaman serba guna dengan cor  bercat hijau ini, sangat nyaman di gunakan dalam kegiatan yang bernuansa lesehan.Bagi siswa, tidak repot2 menggelar tikar.Mereka  duduk di atas hamparan sajadah  yang di bawa dari rumah masing2. 

Semua duduk husyuk berjejer rapi menghadap qiblat.Pemimpin dzikir  mulai dari pembacaan surat alfatihah, yasin, istighosah secara bergantian melantunkan bacaannya diikuti seluruh yang hadir. Mereka  larut dalam indahnya kalimat toyyibah itu.Seakan mengakui betapa diri ini  selalu khilaf, berlumuran dosa dan lemah dihadapan-Nya.

Sebagai pamungkas, ada sedikit siraman rohani dari kepala  MTsN Bangkalan.Mengajak agar kita semua dijauhi dari penyakit hati seperti hasad . Yakni tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat dan menginginkan agar nikmat tersebut lenyap atau pindah pada dirinya. Sifat ini sangat berbahaya karena akan melenyapkan amal kebaikan yang telah dilakukan sebagaimana api melahap kayu bakar. Karenanya pesan  beliau hendaknya dijauhi.Sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purna Tugas Bapak KH.Rohim,M.Pd

Istighosah Dan Pemantapan ARMUZNA

pertemuan KBIHU Al gratis ke 3