Bagi-Bali Ta'jil Dan Buka Bersama Murid2
Nur Aisah
" Ibu jangan lupa ya nanti sore kita buka bersama. Teman2 kumpul jam 16.00 bagi2 ta'jil dulu.Ibu boleh langsung ke sekolah gak ikut bagi2 ta'jil." Pesan WA ini dilayangkan Anak2 kelas 8i mengingatkan saya agar jangan lupa agenda kegiatan yang telah disepakati sebelumnya.Yah memang semua pernak pernik keperluan ta'jil dan buka bersama ini semuanya di urus anak2 dengan berbagi tugas.Mereka sudah mandiri versi pemikiran anak2. Agenda ini sebenarnya sudah direncanakan sejak puasa tahun lalu yang rencananya ditempatkan di rumah . Tapi saat itu karena rata2 mereka berasal dari luar daerah dan usia mereka masih tidak sedewasa sekarang, maka banyak yang tidak mau karena alasan jauh tidak diizinin oleh mamanya . Alhamdulillah buka bersama ramadan tahun ini terlaksana. Rembukan beberapa hari lalu tentang niat baik ini bersambut baik, walaupun ada beberapa siswa yang tidak turut serta termasuk murid laki2 yang berjumlah 4 semuanya absen. Namun kegembiraan anak2 tidak terkurangi.Mereka sangat menikmati moment kebersamaan ini. Apalagi saat bagi2 ta'jil. 70 bungkus m2m di tambah kue risol mayo dan teh pucuk ludes dalam waktu yang tidak lama. Di dalam kardusnya bertuliskan permohonan doa agar diberi kesuksesan dan kelancaran dalam menghadapi ujian madrasah. " Mereka banyak yang ngantri Bu". Cerita mereka tentang bagi2 ta'jil ini dengan senyum mengembang. Sebagai wali kelas tentu juga bangga dan merasa senang terlaksananya kegiatan ini.
Selesai bagi-bagi ta'jil di jalan raya, mereka langsung menuju madrasah.Persiapan demi persiapan dilakukan.Tikar yang sengaja dibawa dari rumahnya digelar di halaman madrasah. Menu berbuka seperti gorengan, Sempol ayam,es teh dan makanan berat nasi m2m dijejer di tikar. Selanjutnya Anak2 mengambil wudhu persiapan salat maghrib berjamaah.
Sebelum adzan maghrib tiba , sengaja saya sampaikan tausiyah singkat yang isinya tentang hal-hal yang membatalkan pahala puasa.Tema ini saya angkat biar mereka paham bahwa puasa tidak sekedar menahan makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari, tetapi segala sesuatu yang membatalkan pahala puasa harus diperhatikan.Karena betapa banyak orang2 menjalankan ibadah puasa tapi mereka hanya mendapatkan lapar dan dahaga.Tanpa memperoleh pahalanya. Mereka tertarik dengan materi ini terbukti banyak celetukan2 yang muncul apalagi ketika kaitannya dengan lawan jenis.
Ada beberapa hal yang dapat membatalkan pahala puasa
1. Berdusta
2. Ghibah
3. Namimah
4. Sumpah palsu
5. Bergejeloknya syahwat.
Dengan seksama mereka mendengarkan penjelasan saya. Jeprat sana sini dengan berbagai gaya menjadi penyemangat mereka.Tingkah mereka, kecentilan mereka menjadi ciri khas gaya anak2 ini. Karena masih juga ada waktu, maka saya lanjutkan dengan materi berikutnya yakni tentang tingkatan2 orang berpuasa. Menjelang berbuka dilantunkan, terdengar bunyi adzan berkumandang. Mereka saling berpandangan.Dengan serempak berucap " Allohumma laka shumtu wabika amantu waala rizkika afthortu birohmatika ya arhamar rohimin".
Es teh buatan anak2 membasahi kerongkongan menjadi pelepas dahaga kami, Aneka gorengan menjadi pembuka ta'jil. Alhamdulillah...indahnya kebersamaan ini.Terimakasih ya Allah. Di bawah langitMu kami berkumpul, bersilaturrahmi, menikmati rezekiMu dengan berbuka bersama.Ternyata bahagia tidak harus berada di restoran mewah dengan menu wah. Beralaskan tikar dengan menu seadanya membuat kami sangat bahagia. Semoga kebersamaan ini akan terus terajut walaupun sebentar lagi mereka akan terbang menggapai cita2 di lembaga pendidikan yang bervariasi.
Selanjutnya salat berjamaah ditegakan di musolla madrasah. Sekolah sengaja di pilih oleh kami dalam buka bersama biar salat maghrib mereka tidak ketinggalan. Alhamdulillah anak2 sepakat dan sangat paham tentang ini. Salat maghrib usai anak2 langsung berhamburan ke halaman madrasah tempat menu berbuka.Ketidaksabaran menyantap makanan berat terlihat dari wajah2 mereka. Secepat kilat mereka menyambar makanan yang ada di depan masing2. Dalam durasi yang singkat makanan itu ludes tanpa sisa. Melihat tingkah anak2,saya hanya senyum2 sendiri.
Selanjutnya satu demi satu orang tuanya datang menjemput. Walaupun ada juga yang mengendarai sepeda motor sendiri. Saya tahu mereka masih ingin bersama dan berat untuk pulang, tetapi salat Isyak dan tarawih akan tiba.jam 18.40 saya pulang langsung ikut salat Isyak dan tarawih yang dilaksakan di rumah. Alhamdulillah acara berjalan lancar.
Bermanfaat dan mwngisnpirasi Bun...
BalasHapusmakasih
BalasHapus