Melanggar Aturan
Kajian kitab ba'da salat subuh sengaja diadakan sepanjang bulan ramadan di musolla terdekat.Mengawali pembahasannya ustad yang sengaja didatangkan sebagai guru tugas dari ponpes terdekat, menjelaskan tentang macam2 najis.Hadirin yang bisa dihitung dengan jari tersebut mendengarkan dengan seksama.Sementara jamaah yang lain langsung pulang setelah salat subuh usai. Dalam penjelasannya di sebutkan bahwa macam2 najis ada 3 yakni
1. najis mukhoffafah yang berarti ringan seperti kencing bayi laki2 yang belum berumur 2 tahun yang belum makan apa2 selain ASI. Cara menyucikannya cukup memercikkan air ke tempat yang terkena najis .
2. Najis mutawassithoh yakni najis sedang seperti kotoran hewan dan sejenisnya. najis ini terbagi 2 yakni
a. najis hukmiyah yakni najis yang tidak tampak bau rasa dan warna. Cara menyucikannya dengan menyiram air ke tempat yang terkena najis.
b. Najis ainiyah atau najis tampak dzat,bau,rasa dan warna.Cara menyucikannya dengan jalan menghilangkan terlebih dahulu najisnya , kemudian menyitamkan air ke tempat yang terkena najis.
3. Najis mugholladhoh yakni najis berat seperti anjing,Khimar dan lainnya.Cara menyucikannya adalah dengan dibasuh 7 kali menggunakan air salah satunya dengan debu. Demikian kajian subuh saat itu.Sebentar kemudian sang ustad menyudahi materi itu.
Suasana awal ramadan di daerah tempat tinggal penulis begitu terasa sepi, senyap dan syahdu. Pagi hari setelah salat subuh berjamaah mereka langsung masuk rumah masing2. Entah apa aktivitas selanjutnya.Mungkin mengaji, mengkaji Al-Qur'an atau menikmati istirahat bersama keluarga. Apalagi hari ini sisa libur bersama masih ada. yah ini merupakan hari kedua mereka istirahat dari aktivitas rutinnya sebagai pendidik atau pegawai di instansi pemerintah.Sementara di bagian lain libur bersama sangat tidak berpengaruh terhadap roda perekonomian hususnya urusan jual beli. Penjaja sayuran dan lauk pauk aktif panggil memanggil pelanggan yang terbiasa membeli. Berharap mereka datang mengindahkannya. Tapi ternyata pintu pagar tetangga masih tertutup rapat.Terdengar juga di depan rumah suara panggilan berulang-ulang dengan suara lantang . lagi-lagi kami pun enggan keluar.Masih asik dengan bersantai ria menikmati liburan sekolah.
"Permisi...permisi." Suara itu mengagetkan kami.Ah COD pagi2 udah datang pikiran langsung menerka.Kebetulan ada pesanan di sopie.Sehingga wajar jika mengarah ke sana. Dengan hati riang pintu pun dibuka. Eh benar ternyata abang paketan sudah siap di depan pintu pagar.Tapi betapa kagetnya hati ini setelah si Abang menyodorkan amplop coklat dengan mengatakan "Ada surat tilang " Hem dengan senyum kecewa diterima amplop tersebut. Agak penasan juga sih.Karena selama ini kami merasa tidak ada pelanggaran lalu lintas dan merasa aman2 saja. Dengan perlahan amplop di buka .Ternyata benar di dalamnya terdapat foto bidikan CCTV oleh Kasatlantas.Pelanggarannya berupa tidak pakai helm. Penasaran juga belum usai. Karena selama ini selalu pakai helm kemana pun pergi.Oh ternyata sepeda motor di pake anak gadisku mengantar neneknya ke kampung yang jaraknya kurang lebih 5 km.Hem...ibuku tidak pake helm. Sementara jalan yang di lalui melewati perkotaan.Akibatnya terekam CCTV mobil dari Kasatlantas yang kebetulan lewat.
Akhirnya saya di perintah untuk menghadap satlantas beberapa hari ke depan ini. Tidak lupa pula menasehati anak agar selalu mengikuti aturan lalu lintas . Demi keselamatan dan keamanan bersama.Demikian juga kepada semuanya agar hati-hati dan mengikuti aturan yang ada. Karena taat kepada pemerintah juga merupakan bagian dari ajaran Islam.

Komentar
Posting Komentar