Pondok Ramadan Di Sekola (2)

 Nur Aisah 


Saat ini merupakan pondok Ramadan hari ke dua. Terlihat anak2 masih antusias mengikuti. Mereka datang pagi2 jam 07.00 dari rumah masing2. Padahal ini bulan puasa. Secara fisik mungkin mereka lemah dan mengantuk akibat aktifitas malam hari. Di usia seperti ini memanjakan diri dengan tidur, leyeh2 main game, nonton adalah sangat enak dirasakan.Tapi tidak demikian dengan murid2 ini. Mereka bangkit dari kemalasan , tepis semua bisikan hati yang mengganggu, cepat mandi dan berangkat sekolah.

 Luar biasa.Pasti peran orang tua sangat besar dalam hal ini.Mulai dari membangunkan yang tertidur lagi, membuyarkan dari nonton tv dan hp atau menggedor pintu kamar mandi bagi yang berlama2 di dalamnya.Duh...serba serbi ini selalu ada pada diri anak. Walaupun  anak2 yang gercep juga pasti banyak. 

Salat duha menjadi pembuka kegiatan di pagi yang cerah ini. Kepada mereka ditanamkan pembiasaan ini bukan hanya saat ramadan.Tapi juga di luar ramadan sebelum aktivitas belajar mengajar berlangsung. Kepada mereka juga dijelaskan  manfaat dan pahala yang didapatkan bagi mereka yang melaksanakan salat duha, sebagai motivasi agar salat Sunnah yang identik dengan penarik rezeki ini menjadi habit dalam kehidupan nyata.Salah satunya adalah kutipan hadits Nabi Muhammad Saw yang artinya" Wahai anak Adam,cukupla bagi-Ku empat rokaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu."

Materi yang diangkat pada hari ke dua ini  tentang puasa.Di mana Pemateri menitik beratkan pada hal2 yang membatalkan puasa seperti :

1.Makan dan minum dengan sengaja.

2.Memasukan suatu benda ke dalam lubang tubuh yang terbuka  

3. Muntah dengan sengaja.

 4.Istimna'.

5. Haid dan nifas.

6. Hilang akal dan murtad.

Materi tersebut disampaikan dengan jelas dan gamblang. Disertai beberapa persoalan yang sengaja dimunculkan oleh pemateri . Seperti orang sakit yang memasukan makanan lewat infus, atau jika seseorang memasukan obat lewat jarum suntik, dan beberapa  hal lain yang berhubungan dengan materi. Anak2 merasa enjoy dan senang. 

Materi berikutnya tentang kajian kitab kuning.Di sesi ini anak2 diperkenalkan kitab kuning berikut tehnik  membacanya secara mendasar. Tidak ada pertanyaan yang muncul dari anak2. Entahlah apakah mereka sudah paham atau sebaliknya bingung.Sehingga tidak tahu apa yang harus ditanyakan.

Saat acara istirahat berlangsung, mereka  menuju  panitia untuk membayar zakat fitrah. Sekolah kami disamping mengadakan pondok ramadan juga mengelola penerimaan dan penyaluran zakat fitrah dari siswa. Panitia dibantu anak2 OSIS secara guyub bekerja mengepak2 bungkusan2 beras sebelum didistribusikan. Zakat fitrah yang dikelola sekolah ini nantinya akan disebarkan ke kantong2  miskin atau mereka yang berhak menerimanya yang ada di masyarakat sekitar.

Semua materi hari ke 2 pondok  Ramadan sdh tersampaikan semua.Tiba waktunya Dzuhur, mereka menuju musolla untuk melaksanakan salat duhur berjamaah dilanjutkan pulang bersama.











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purna Tugas Bapak KH.Rohim,M.Pd

Istighosah Dan Pemantapan ARMUZNA

pertemuan KBIHU Al gratis ke 3