Pondok Ramadan Di Sekolah (1)
Meraih pahala sebanyak2nya di bulan ramadan merupakan langkah cerdas seorang muslim. Apapun bentuk amal saleh yang dikerjakan.Tak terkecuali urusan keduniaan.Apalagi amaliyah yang bernuansa ukhrowi. Semua itu menjadi berarti di hadapan Allah ketika niat yang ditanam menjadi prioritas nomor wahid. Yah hanya niat yang bisa mengubah sesuatu itu menjadi berarti di hadapan Allah SWT . Di dunia ? Tentu akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan.Seperti halnya sesuatu yang bersifat remeh saat dilihat, membersihkan kamar mandi. Sudah jelas ini urusan dunia . Tempat kotor juga. Tapi jika saat melakukan diniatkan demi membantu orang tua jika kapasitasnya mereka sebagai anak, atau menjunjung tinggi kebersihan yang merupakan bagian dari ajaran Islam, maka aktivitas itu menjadi catatan berarti yang bisa dinikmati kelak di kampung akhirat.
Pun sebaliknya. Amalan akhirat seperti salat.Tapi didasari dengan niat yang salah, maka hanya akan menjadi amalan dunia yang tidak akan mendapatkan sesuatu di hadapan Allah SWT. karenanya bagi seorang pelajar dalam mencari ilmu hendaknya niat dipasang, ditanam secara mendalam. Mencari ridha Allah menjadi landasan dalam bergerak mulai dari berangkat, berada di sekolah maupun saat belajar. Materi ini yang menjadi bagian kajian yang disuguhkan saat pondok ramadan di sekolah kami .
Seperti halnya pagi itu, sekolah tempat kami bertugas mengadakan pondok ramadan.Hari ini merupakan hari pertama dilaksanakan kegiatan itu. Untuk tahun ini, mekanisme kegiatannya berbeda. Artinya dipisah antara siswa dan siswi.Siswa hari Senin sampai Rabu.Sementara untuk siswi di mulai hari Kamis sampai Sabtu.Sehingga antara siswa dan siswi tidak saling bertemu. Demikian juga pematerinya. Guru laki mengisi bagian siswa dan guru perempuan mengisi kajian siswi. Hem...saat saya coba tanyakan kepada anak2 tentang mekanisme ini, mereka mengatakan " gak enak bu.Enak bersamaan antara laki dan perempuan." Tapi apapun itu, acara tetap berjalan lancar.
Ada banyak agenda kegiatan di acara pondok ramadan ini. Hari pertama acara di mulai salat duha bertempat di musolla yang dipandu oleh panitia .Dilanjutkan pembelajaran tartilul Qur'an bertempat di aula sekolah. Materi ini diisi oleh seorang guru ahli qiroat. Bacaan2 mereka benar2 ditahsin sesuai kaidah yang benar. Diawali contoh yang sangat merdu dari bapak guru tersebut, diikuti secara bersamaan oleh semua peserta. Kemudian dicoba satu persatu secara acak. Tidak ketinggalan pula urusan tajwid, makhorijul huruf dan sifat2 huruf menjadi menu di sesi ini. Ilmu ini sungguh sangat berguna dalam pengayaan mereka membaca alqur'an. Bulan ramadan identik dengan bulan Al-Qur'an. Karenanya mempelajari, mengkaji dan mengaji alquran mutlak diperlukan.
Acara kajian menjadi menu selanjutnya.kitab ta'limul mutaallim disuguhkan kepada mereka. Kitab ini sangat lekat dengan seorang pelajar.Karena didalamya berisi tentang niat dalam mencari ilmu, adab kepada guru, adab kepada kitab yang dipelajari dan seluruh tetek bengek yang berkaitan dengan upaya perolehan mendapat ilmu yang manfaat dan barokah. Ini sangat penting disuguhkan kepada murid mengingat fenomena yang terjadi akhir2 ini sangat memperihatinkan. Seorang murid memperlakukan guru layaknya terhadap adiknya. Bahkan yang lebih parah lagi seorang guru mengalami kekerasan fisik dan psykhis dari muridnya. Walaupun tidak memungkiri betapa banyak seorang murid yang sangat berbakti kepada gurunya. Karenanya langkah antisipatif penting diberikan dengan membekali mereka mengkaji kitab husus yang relevan.
Masih di tempat yang sama yakni aula sekolah dengan duduk secara lesehan, kajian fikih salat di bahas pada moment ini. Duduk santai tapi serius mendengarkan ceramah menjadi pemandangan yang mengasyikan. Materi ini diberikan oleh guru berbeda. Salat yang merupakan tiang agama jangan sampai diremehkan apalagi ditinggalkan.
Mengenal syarat, rukun salat dan hal2 yang dapat membatalkan salat sangat penting. Karena salat menjadi barometer kehidupan seseorang. Salat yang ditegakan dengan benar akan berpengaruh positif dalam kehidupan seseorang. Pun sebaliknya.Salat yang dikerjakan asal asalan tanpa ilmu, tidak akan membawa pengaruh baik dalam kehidupannya. Apalagi salat merupakan amalan yang akan dihisab pertama kali besok pada hari kiamat oleh Allah SWT.
Acara pondok ramadan diakhiri dengan salat duhur berjamaah.Sementara hujan mengguyur dengan sangat deras. Sehingga kepulangan anak2 menjadi sedikit terhambat. Semoga hujan ini membawa Rahmat bagi semuanya. Mereka asik menunggu hujan reda sambil duduk2 bercengkrama dengan temannya. Entah materi apa yang menjadi pembahasan mereka.Sebentar kemudian cuaca agak bersahabat, mereka pulang dengan tertib.

sangat menginspirasi bu🙏
BalasHapus