Pondok Ramadan Di Sekolah ( 3 )

 Nur Aisah



Pondok Ramadan hari ke tiga ini tidak jauh berbeda dengan hari kemaren. Hanya saja satu dua anak  yang sempat absen karena tidak ada kabar  diproses oleh panitia. Mereka dikumpulkan dan diberi pengarahan. Absensi  peserta pordon ini aktif di share ke group WA guru. Sehingga wali kelas ikut mebantu menanyakan kepada murid lewat WA group kelas atau langsung ditanyakan kepada orang tuanya.Zaman sekarang serba praktis  dan cepat. Kemajuan tekhnologi terutama media sosial dalam dunia pendidikan sangat terasa. Seperti   mempermudah mendapatkan informasi sehingga tidak memberikan celah sedikit kepada anak untuk membuat aturan sendiri. Disamping itu manfaat kemajuan tekhnologi lainnya seperti membuka wawasan kepada guru dan murid, bisa mendapat ilmu walaupun  secara online dan tentu masih banyak lagi.

Ternyata melibatkan wali kelas dan orang tua   terbukti ampuh. Mereka yang tidak masuk tanpa izin , keesokan harinya langsung masuk. Itulah mengapa kerjasama guru dan orang tua itu penting. Sehingga sekolah tidak jalan sendiri.  Adanya Sinergitas ini menjadi  hal yang sangat penting demi tercapainya  tujuan bersama.

Seperti biasa salat duha mengawali kegiatan pordon ini. Dilanjutkan pembahasan kitab taisirul khollaq. Pada sesi ini pemateri langsung disampaikan oleh bapak kepala madrasah. Beliau menekankan tentang pentingnya seorang murid menjaga etika kepada  guru. Kitab yang banyak dijadikan referensi di madrasah diniyah dan pondok pesantren  ini membahas tentang  akhlak atau adab  baik kepada manusia maupun terhadap Allah. Dan sangat cocok diajari kepada para pelajar. Menjadikan mereka tidak hanya otak yang bernutrisi dengan berbagai ilmu pengetahuan, tapi juga tingkah laku  menjadi penekanan utama.Karena kita tetap menjunjung tinggi bahwa adab lebih utama dari pada ilmu. 

Sementara materi berikutnya tentang kitab arbain Nawawi disampaikan oleh pemateri berbeda. Kitab hadits ini pembahasan pertama tentang niat . Niat menjadi hal penting dalam setiap langkah yang dilakukan seseorang. Berawal dari niat ini amal seseorang akan  berarti di hadapan Allah atau menjadi sia-sia. Intinya mereka akan mendapatkan sesuai apa yang melandasinya. Seperti seorang sahabat yang hijrah bersama Nabi Muhammad dengan niat tulus ikhlas karena Allah, maka pahala yang akan mereka  dapatkan. Sedangkan sahabat yang hijrah bersama Nabi Muhammad karena motivasi ikut perempuan yang mereka senangi, maka mereka hanya mendapatkan itu. Demikian isi singkat dari hadits pertama dalam kitab tersebut. 

Seperti biasa setelah istirahat anak2 menyempatkan diri duduk santai di pojok2 kelas, melepaskan ketegangan dan kepenatan. Bahkan ada yang berselinjor tetap berada di aula. Sebagian lagi ada yang langsung mendatangi OSIS untuk pembayaran zakat fitrah. Sebelum acara usai, diadakan penyerahan zakat fitrah secara simbolis kepada siswa siswi yang berhak menerimanya.Penyerahan itu langsung disaksikan kepala MTsN Bangkalan dan seluruh panitia.

Acara selesai anak2 langsung tancap gas pulang dengan tertib  ke rumahnya. Sementara dewan guru menunggu jam pulang .




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purna Tugas Bapak KH.Rohim,M.Pd

Istighosah Dan Pemantapan ARMUZNA

pertemuan KBIHU Al gratis ke 3