Sosialisasi SKP, Pusaka Dan Adiwiyata Di Bulan Ramadan


Lagi-lagi bulan puasa bukan penghalang untuk beraktivitas . Rapat dari pagi sampai siang tetap berjalan. Secara berturut2 agenda rapat berjalan maraton. Mulai dari sosialisasi SKP, sosialisasi absensi pusaka dan yang terakhir tentang pembinaan calon madrasah adiwiyata. 

Jam 08.00 wib rapat di mulai. Sesi pertama Bapak H.Agus selaku kepala TU bertugas  mengisi sosialisasi SKP . SKP ini  bertujuan  menjamin obyektivitas  pembinaan PNS yang dilakukan berdasarkan prestasi kerja . Intinya untuk memotivasi semangat pegawai  dalam  melaksanakan tugas sesuai  tupoksinya menjadi meningkat.Banyak item2 yang ada didalamnya seperti kegiatan tugas tambahan, angka kredit dan  target. Untuk SKP dengan aturan yang baru,dilaporkan setiap tiga bulan sekali. Agak rumit sedikit tapi alhamdulillah  ada pencerahan. Semua peserta  antusias mengikutinya. Entahlah mereka paham atau tidak. Yang jelas tidak ada satupun yang komentar.

Selanjutnya masih menurut kepala TU bahwa mulai bulan juni 2023 absensi pegawai yang selama ini pakai findex, beralih ke PUSAKA. Di dalamnya bukan hanya terdapat absensi , rincian uang lauk pauk, tetapi juga ada laporan kerja yang terkonek dengan SKP. Sungguh semua pekerjaan  berbasis IT. Kemajuan tekhnologi mempercepat dan mempermudah segalanya. Semua pegawai dituntut paham tentang ini demi kebaikan pegawai itu sendiri.

Hari sudah semakin siang. Terlihat bapak ibu guru masih setia berada di aula  mengikuti pengarahan dari beliau . Ramadan bukan penghalang beraktifutas ,bahkan menjadi ajang meraih keutamaan yang tiada batas. Sebentar kemudian pegawai lingkungan hidup Jawa timur hadir. Beliau juga di dampingi pegawai lingkungan hidup dari kabupaten Bangkalan. Selanjutnya Acara seremonial berlangsung diawali  pembukaanm, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars madrasah ,sambutatan kepala madrasah dan ditutup dengan doa. Setelah itu dilanjutkan dengan evaluasi penilaian madrasah Adiwiyata.

Jam demi jam berlalu .Rasa capek , ngantuk mulai terasa. Ada yang leyeh2 dalam posisi duduk, ada yang beranjak sekedar mengubah posisi duduk , bahkan ada yang ke belakang. Tapi acara tetap berjalan.

Dalam evaluasi ini, pihak pemateri membedah penyebab sekolah kami dua tahun berturut2 tidak lolos tingkat provinsi. Hanya  cukup puas di lingkungan kabupaten. Beliau menegaskan bahwa Adiwiyata ini bukan lomba .Tapi semacam label. Artinya masih belum layak mendapat predikat madrasah Adiwiyata.Padahal jika hal ini bisa disandang di lembaga kami, ini sebuah prestise tersendiri dan akan menjadi nilai jual,daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sehingga animo masyarakat semakin bagus. Karenanya bapak kepala madrasah tidak putus asa, tidak menyerah dan tetap melanjutkan perjuangan ini. Adanya kerjasama dari semua pihak sangat diperlukan dalam menggapai angan2 besar ini. Semua unsur yang terlibat dianjurkan bekerja sesuai tugas masing2.

Satu demi satu dokumen yang dimiliki sekolah dipreteli dengan teliti.Kesalahan dari awal sangat diperhatikan dengan seksama. Ada point2 penting yang harus ditambah dan dikurangi.Mulai dari RPP, penghijauan, variasi tanaman,  kebersihan,sanitasi,inovasi,dan sebagainya. Bahkan pada kesempatan itu RPP Adiwiyata yang di buat oleh ibu Heri mapel SKI diinterviu. Hasilnya, tidak ditemukan unsur yang mengarah penilaian adiwiyata.karenanya dianjurkan untuk diperbaiki.

Banyak hal yang dibahas pada siang itu.Saat adzan dhuhur berkumandang dari musolla sebelah,satu demi satu mereka keluar ruangan.Tapi walaupun demikian tidak membuat acara ini usai. Kesempatan memberikan evaluasi dimanfaatkan dengan seksama.Dalam kegiatan itu tidak ada sesi tanya jawab Tapi saat ada sesuatu yg belum paham lagsung ditanyakan.Sehingga lebih jelas dan paham. Jam 12.30 semua point sudah tersampaikan secara tuntas.InsyaAllah menjadi bekal bagi kami dalam meraih label sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.Aamin.











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purna Tugas Bapak KH.Rohim,M.Pd

Istighosah Dan Pemantapan ARMUZNA

pertemuan KBIHU Al gratis ke 3