Memperdalam Bacaan Alqur'an
Bulan Ramadan identik dengan bulan al-Qur'an. Kenapa? karena di bulan ini Allah menurunkan alqu'an kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai pedoman umat Islam. Karenanya membaca,mempelajari, dan mengkajinya merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan.Lebih² di bulan yang agung ini. Umat Islam tidak cukup hanya bisa baca Al-Qu'ran. Tetapi juga harus memperdalam sifat² huruf,makhorijul huruf, tajwid, ghorib dan segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu Al-Qur'an. Semakin kita belajar Al-Qur'an, akan dirasakan semakin banyak ilmu tentang Al-Qur'an yang belum dikuasai.
Belajar sepanjang hayat.Itulah prinsip yang harus kita pegang. Jangan berhenti di lembaga pendidikan.Kejar terus dan cari guru yang paham betul tentang lmu Al-Qur'an ini.Gunakan kesempatan senyampang masih ada. Sesekali jangan baca sendiri. Harus ada yang mengoreksi kesalahan kita. Karena jika bacaan kita masih belum tepat, lalu dengan percaya diri kita baca, maka di sana tidak akan ada perbaikan.
Bulam Ramadan ,bulan Al-Qur'an. Yuk terus membaca, dan terus memperbaiki bacaan.jika dirasa mampu lanjutkan dengan menghafal. Mengenai pahala? jangan ditanya.Walaupun bacaan kita terbata². Allah tidak menyia²kan usaha kita. " Orang yang bacaan Al-Qur'annya bagus, maka kelak bersama malaikat, sedangkan bagi yang terbata² akan mendapatkan dua pahala. yakni pahala membaca dan pahala sabar dalam bersusah payah memperbaikinya." Termotivasi dari hadits diatas, para ibu dengan beragam usia berkumpul memperbaiki bacaan Al-Qur'an pada seorang ustad. Satu minggu sekali mereka berkumpul. Kesibukan yang lain ditinggalkan. Sebut saja bu Asya dan anak gadisnya. Mereka berangkat berdua boncengan sepeda motor. Semangat memperbaiki dan mengkaji bisa di copy paste oleh yang muda.
Seperti halnya Minggu ini.Bu Asya dan kawan2 sesama kelompok belajar Al-Qur'an sedang mengikuti ujian tashih.Artinya hasil pelajaran 12 kali tatap muka yang selama ini dipelajari, di uji di hadapan ustad yang didatangkan langsung dari pembina pusat. Gemetar, deg2an, keringat dingin keluar semua. Suasana uji nyali yang menegangkan. Satu demi satu di panggil sesuai giliran absen.Alhamdulillah dari sekian banyak yang di uji, sekitar 80 persen dinyatakan lulus, termas danuk Bu Asya dan anaknya. Setelah lulus, beberapa bulan berikutnya dianjurkan mengikuti ujian sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat sebagai tiket mengajar di lembaga2 Alqur'an . Semoga ilmunya bermanfaat bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari2. Aamin.

Komentar
Posting Komentar