Pemanfaatan Gudget Di Bulan Ramadan

Sepasang suami isteri  maniak gudget. kemanapun langkah hp selalu di tangan. Saat sibuk pun hp dipegang, apalagi saat santai.Saat sedang bersama banyak orang  hp selalu menemani  apalagi  saat  sendiri. Mereka merasa  sunyi dalam keramaian. Suatu hari keduanya sepakat  mengadakan challenge. Isinya berupa bebas penggunaan hp dalam beberapa jam. HP  keduanya diletakkan di atas meja. Sementara suami isteri ini duduk di atas sofa. Menit demi menit berjalan. Keduanya saling berpandangan sambil sesekali tersenyum. Tiba2 telpon berdering. Tapi diabaikan oleh keduanya. bunyi chat masuk dibiarkan juga. Telpon berdering lagi. Tapi akhirnya salah satu pasangan  tidak tahan juga untuk mengangkat telpon dan menyatakan kalah sambil melirik pasangannya. "Hem...saya menyerah" kata sang suami.
Cerita diatas cukup menggelitik bukan???  Apakah benar sisi negatif  pemakaian  gudget membuat orang kecanduan??? yah kecanduan, artinya merasa selalu ingin melakukan hal itu. Merasa selalu ingin bersama dan memanfaatkannya.Ada rasa gamang ketika gudget tidak tersentuh, apalagi tidak ada di saku atau tas bawaan kita. Kalau dahulu, ketika pergi atau keluar rumah, dompet ketinggalan bingungnya minta ampun. Kini berbeda. Yang bikin bingung tujuh keliling saat gudget lupa tidak dibawa alias ketinggalan. Entahlah  penyebabnya apa karena di cash di tempat yang tidak biasanya, sehingga tidak terlihat mata, atau karena keburu2 saat berangkat.
Petanyaannya, mengapa separah itu bingungnya saat gudget ketinggalan? apa karena didalamnya berisi rahasia penting yang tidak boleh ketahuan oleh orang rumah sekalipun? atau kawatir ada info ketinggalan ? atau  Semua data pekerjaan  terdapat di hp?  atau kawatir ada orang penting memerlukan jasa kita? atau kawatir kelewat mendengarkan murottal kesayangan ? atau kawatir ketinggalan tausiyah ustad favouritnya? beragam alasan itu  tergantung keperluan masing2 orang. Bagaikan dua sisi mata uang. Ia tidak boleh dikambing hitamkan. Bijaksana dalam pemanfaatan yang harus dikedepankan.
Jika alasannya kawatir rahasia penting terbongkar, nah ini yang harus diwaspadai.Makanya hati2 jangan bermain api jika takut terbakar. Ingat cerita, seorang suami yang memberikan nama Hartono di gudget pada teman perempuan spesialnya. Saat ada telpon masuk dan namanya tertera Hartono, si isteri tidak curiga. langsung dikasihkan kepada sang suami. Dengan tersenyum sang suami berucap dalam hatinya  "aman". tapi ingat, ini  sementara. Saat gudget ketinggalan di rumah dan hp berdering tertera tulisan Hartono, kemudian si isteri yang mengangkat, ternyata dibalik sana suara perempuan , ini jadi masalah besar bahkan keutuhan rumah tangga taruhannya.  Naudzu Billah . Ini satu sisi pemanfaatan hp yang tidak semestinya. Jangan sampai terjadi. Apalagi bulan Ramadan.Bulan yang seharusnya berlomba2 dalam kebaikan. Bahkan bulan yang seharusnya perbanyak bertaubat atas segala kekhilafan. Bukan membuat kesalahan baru.
Di sisi lain ada seseorang yang sangat tergantung kepada  hp karena dia harus nyetor hafalan online dengan waktu yang sudah ditentukan. Rupa2nya dia seseorang yang berminat jadi tahfidz. Ketika hp ketinggalan, akan mengakibatkan tertundanya setoran hafalan yang telah dipersiapkan. Kekecewaan pasti dirasakan.
Tentu masih banyak lagi contoh  pemanfaatan positif lainnya .
Nah, sudah jelas kan. Betapa hp sangat dibutuhkan. Karenanya jangan lewatkan hari2 kita tanpa tambahan ilmu. Apalagi ilmu agama yang menambah dekatnya kepada sang Kholik.
Bulan Ramadan , bulan penempaan diri menjadi insan bertakwa.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purna Tugas Bapak KH.Rohim,M.Pd

Istighosah Dan Pemantapan ARMUZNA

pertemuan KBIHU Al gratis ke 3